Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Peluang Bisnis Online Melalui Blog

hadicoyy-212
Mencoba peluang bisnis onlineternyata dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dari mulai menggunakan fasilitas website, blog, hingga jejaring social seperti facebookjuga dapat digunakan sebagai media untuk menjalankan bisnis online. Salah satu media yang sering digunakan para pemula untuk mencoba bisnis online yaitu dengan menggunakan blog. Kebanyakan orang memilih blog sebagai media bisnis online yang mereka jalankan, karena media blog yang luas memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis online untuk mengisi blognya dengan conten yang mendukung usahanya.
Saat ini peluang bisnis online melalui blog masih terbuka lebar, namun sebagian besar dari masyarakat selalu beranggapan bahwa bisnis online yang berpeluang hanya sebatas bisnis affiliasi, link sales, paid review, atau Adsense saja. Padahal sebenarnya masih banyak bisnis offline yang bisa dikembangkan dengan sistem online melalui blog. Misalnya saja dengan menggunakan blog sebagai toko online, yang menyediakan baju dari toko atau butik offline.
Berikut kami berikan beberapa tips sukses bisnis online dengan menggunakan blog :
  1. Gunakan ruang kosong pada blog Anda untuk menawarkan produk yang menjual. Misalnya saja berupa produk ebook, video tutorial, atau bisa juga berupa bisnis jasa seperti jasa pembuatan website. Disamping itu Anda juga bisa menawarkan produk offline melalui blog untuk menambah omset penjualan produk.
  2. Gunakan iklan sebagai salah satu peluang memperoleh penghasilan tambahan. Iklan yang ditawarkan bisa berupa iklan link, iklan banner, atau iklan pilihan lainnya. Iklan yang memberikan kemudahan biasanya yaitu iklan program affiliate.
  3. Posting info produk yang ditawarkan blog Anda, biasanya para konsumen akan tertarik dengan suatu produk setelah mereka membaca ulasan atau info produk yang menjelaskan kualitas produk yang ditawarkan.
  4. Cantumkan bukti atau pengalaman dari pelanggan yang puas dengan produk yang kita tawarkan. Testimoni dari para pelanggan, dapat meningkatkan kepercayaan konsumen baru akan produk yang kita tawarkan.
  5. Fokus pada satu minat berdasarkan hobi yang Anda suka. Dengan melakukan hal yang disukai, Anda dapat menikmati bisnis online melalui blog sehingga mampu bertahan menjalankan bisnis tersebut dalam jangka waktu yang lama. Biasanya para pelaku bisnis online tidak bertahan dengan bisnisnya, karena mereka kurang sabar dan tidak menikmati apa yang dikerjakannya.
  6. Menjaga loyalitas konsumen yang telah ada, dengan memberikan segala informasi secara jujur dan pelayanan yang penuh keramahan. Sehingga para konsumen dengan senang hati akan kembali lagi ke blog Anda.
Dari sebuah blog yang dulu hanya digunakan untuk sharing bersama teman, kini dapat dijadikan sebagai media bisnis yang bisa menghasilkan uang. Sebenarnya semua orang bisa menjalankan bisnis online hanya dengan bermodalkan blog. Yang terpenting adalah kreatifitas untuk selalu memberikan inovasi pada bisnis yang ia jalankan. Salam sukses.

»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

Wirausaha Tak Kenal Kata "Pensiun"

hadicoyy-212

Kunci keberhasilan bisnis berpasangan adalah kepercayaan. Inilah yang telah dialami dan teruji pada pasangan Yenny Widjaja (58) bersama almarhum Sukyatno Nugroho, pendiri restoran Es Teler 77.

Yenny berkisah, suaminya tak hanya mewariskan restoran yang kini semakin berkembang di beberapa negara di Asia itu. Baginya, membangun bisnis bersama pasangan juga perlu menumbuhkan kepercayaan.

"Suami mewariskan contoh yang tidak pernah bisa dilupakan. Beliau sebagai suami tidak pernah mau menekan istri. Selalu memotivasi dengan memberikan kebebasan. Tidak pernah melarang," katanya penuh haru, saat dijumpai 
Kompas Female dalam peluncuran buku tentang perjalanan bisnis Es Teler 77 sekaligus peringatan ulangtahun Sukyatno Nugroho beberapa waktu lalu.

Sikap yang tidak mengekang dari suami membuat Yenny lebih bersemangat menjalani bisnis restoran dengan menu rumahan milik keluarga ini. Bekerja tanpa rasa curiga membuat bisnis berjalan lancar tanpa hambatan konflik dalam pasangan.

"Butuh saling percaya. Jika saya sibuk dengan urusan dapur, suami sibuk dengan tugasnya sebagai marketing. Bekerja tambah semangat tanpa curiga," lanjutnya, menambahkan pembagian tugas ini juga yang membuatnya bebas mengekplorasi menu di dapurnya.

Semangat ini masih menyertai Yenny untuk meneruskan bisnis bersama adik dan putranya. Bahkan bisnis menjadi kebanggaan bagi Yenny sebagai perempuan, dan ibu yang memberikan contoh kepada anak-anaknya.

"Tidak ada pensiun dalam wirausaha. Selama mau menjalani, masih sehat dan menghadapi dengan senang," katanya lagi.

Justru menjalani bisnis memberikan semangat hidup bagi perempuan tiga anak ini. Bisnis memberikan aktivitas yang menimbulkan perasaan senang.

"Senang rasanya setiap bangun tidur, masih ada yang bisa dikerjakan, masih bisa merencanakan ingin melakukan apa lagi hari ini," ungkapnya.

Hendy Setiono, pendiri usaha waralaba Kebab Turki Baba Rafi yang juga membangun brand Ayam Bakar Mas Mono bersama istrinya, Nilamsari, menceritakan pengalaman serupa.

Kepercayaan menjadi kata yang dilontarkannya dengan tegas saat ditanya mengenai rahasia sukses berbisnis bersama sang istri.

"Kepada siapa lagi percaya jika bukan kepada istri," paparnya.

Kepercayaan yang dibangun inilah yang membuat Ayam Bakar Mas Mono berkembang dalam setahun beroperasi. Dengan kepemimpinan Nilamsari, brand kuliner ini semakin merambah Jakarta dan sekitarnya.


Sumber
»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

Mari Membuat Uang "Bekerja" untuk Anda

hadicoyy-212

Bukan hal yang keliru kalau ada yang beranggapan bahwa besarnya penghasilan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya kekayaan. Seseorang yang penghasilannya di atas Rp 10 juta sebulan, misalnya, bisa saja kehidupan keuangannya lebih ”susah” ketimbang karyawan yang penghasilannya sebesar Rp 5 juta per bulan.

Kok bisa begitu? Bisa saja. Sebab, berapa pun kecilnya penghasilan, sepanjang pengeluaran lebih rendah ketimbang pemasukan, berarti memiliki 
cash flow positif yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kekayaan.

Di sisi lain, berapa pun besarnya penghasilan, jika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan, posisi keuangan akan defisit. Itu berarti sebagian kebutuhan akan dibiayai oleh utang. Dus, tidak ada sumber dana yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan aset. Yang ada adalah penurunan kekayaan secara bertahap karena aset akan dipergunakan untuk pembayaran utang.

Oleh karena itu, tingkat kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari besarnya penghasilan, melainkan lebih bergantung pada karakter pengelolaan penghasilan. Singkatnya, berapa pun kecilnya penghasilan, tetap dimungkinkan menjadi kaya jika mau dan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan keuangan.

Apa itu inovasi keuangan? Sederhananya adalah melakukan hal yang berbeda dalam pengelolaan keuangan. Misal, jika orang kebanyakan menggunakan kartu kredit untuk berutang, dalam koridor inovasi keuangan, penggunaan kartu kredit adalah untuk memanfaatkan tenggang pembayaran sehingga Anda bisa menggunakan dana pihak lain, dalam kurun waktu tertentu tanpa biaya apa pun.

Jadi, jika Anda berbelanja pada hari ini dan kemudian melunasinya sebelum jatuh tempo, berarti Anda bisa mendapatkan tambahan 
cash flow dalam kurun waktu tersebut, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Bayangkan, jika Anda bisa membeli barang dengan harga ”X”, misalnya, lalu menjualnya kembali dengan harga ”X” plus keuntungan, Anda telah berbisnis tanpa modal dan bahkan memperoleh untung. Dengan kata lain, utang yang digunakan untuk kegiatan produktif merupakan salah satu inovasi keuangan. Apalagi jika utang itu sendiri diperoleh tanpa biaya apa pun, seperti penggunaan kartu kredit di atas.

Bagaimana jika utang itu menimbulkan biaya bunga? Tidak masalah. Sepanjang biaya bunga masih lebih rendah dibandingkan keuntungan yang diperoleh, tetap saja Anda tergolong kalangan yang inovatif. Jadi, ringkasnya, menumbuhkembangkan aset bisa dilakukan tanpa modal. Modal itu diperoleh dari utang. Lalu dipergunakan untuk berbisnis. Dan hasil bisnis tersebut mampu memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan biaya utang itu sendiri.
Aset produktif
Contoh inovasi keuangan lainnya adalah memiliki sebanyak mungkin aset produktif dibandingkan aset konsumtif. Pernahkah Anda melihat pedagang yang tinggal di sebuah ruko, di mana lantai paling bawah digunakan untuk berdagang, sementara lantai di atasnya digunakan sebagai tempat tinggal?

Artinya, tempat usaha dan rumah tinggal menjadi satu. Dengan kata lain, rumah tinggal si pedagang tersebut bukan sekadar rumah tinggal, tetapi telah menjadi aset produktif yang bisa menghasilkan uang, alias tempat berbisnis. Bagaimana dengan Anda? Boleh jadi Anda memilki rumah lebih dari satu. Dan rumah yang tidak Anda tinggali setiap bulan malah menguras kantong Anda karena mesti membayar biaya listrik dan biaya pemeliharaan lainnya. Malah kondisi rumah terus merosot karena faktor usia dan lain sebagainya. Konkretnya, beberapa rumah yang Anda miliki bukan saja tidak produktif, tetapi malah menjadi beban. Oleh karena itu, rumah tersebut mesti diproduktifkan, dalam arti memberikan penghasilan, misalnya disewakan kepada pihak lain.

Selain rumah, coba lihat lagi berbagai kekayaan yang Anda miliki. Cermati apakah aset tersebut sekadar sebagai aset konsumtif, atau alat menjaga gengsi belaka, atau memang tergolong produktif. Jika Anda memiliki perhiasan emas yang nilainya meningkat, perhiasan itu tergolong aset produktif yang bisa menambah kekayaan Anda. Begitu juga dengan lukisan yang nilainya bisa saja mengalami peningkatan. Ringkasnya, aset produktif adalah aset yang memiliki nilai investasi.

Inovasi keuangan juga bisa dilakukan dengan cara pemilihan investasi yang tepat. Pengertian investasi yang tepat di sini adalah bagaimana menyuruh uang Anda ”bekerja” untuk Anda. Jadi, uang menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Lakukan investasi aktif.

Investasi aktif adalah secara reguler memilih dan mengevaluasi investasi yang telah dilakukan. Di pasar modal, misalnya, sebagian kalangan membeli saham, lalu terus memegangnya dalam kurun waktu yang lama, dengan harapan memperoleh dividen dan capital gain. Ini memang tidak salah. Tetapi, dalam kurun waktu tersebut, bisa saja harga saham yang dipegang mengalami kemerosotan harga. Kalangan yang memegang saham tersebut boleh jadi tidak peduli atau malah menjualnya karena khawatir harga saham akan semakin merosot.

Nah, seorang investor aktif tidak akan bersikap seperti itu. Ia malah akan membeli lagi saham dimaksud pada harga yang lebih rendah. Kenapa? Karena tujuan memegang saham dimaksud adalah untuk jangka panjang. Dan ketika harga saham merosot, dilakukan pembelian agar secara rata-rata biaya pembelian saham menjadi lebih murah. Contoh-contoh lain tentang investasi aktif telah banyak diulas dalam tulisan-tulisan terdahulu di kolom ini.

Yang terakhir adalah inovasi keuangan dalam pengelolaan biaya. Pernahkah Anda mendengar istilah ”
must have” vs ”nice to have”? Coba terapkan itu dalam perilaku pengeluaran biaya Anda. Berapa banyak Anda menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sekadar ”nice to have”? Boleh jadi, kalau ditotal seluruh pembelian Anda, terutama pengeluaran yang bersifat harian, akan lebih banyak yang tergolong ”nice to have”.

Jika Anda bisa memotong biaya ”
nice to have” 50 persen saja, akan sangat banyak tabungan yang Anda peroleh dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keuangan lain yang lebih produktif. Selamat mencoba.
(Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan)

»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

melirik peluang usaha kecil

hadicoyy-212
Ada banyak cara untuk meraih penghasilan. Salah satunya adalah dengan melirik peluang usaha yang ada di lingkungan terdekat. Bagaimana cara memulainya? Bagaimana agar usaha kecil yang dijalankan bisa berjalan lancar dan sukses? Ada beberapa tips yang dapat dibagikan dan bisa dijadikan pegangan.

1. mulailah dari hobi. Usaha kecil yang sukses selalu membutuhkan kerja keras dan disiplin dalam menjalankannya. Di atas itu semua butuh kesenangan yang besar untuk tetap menjalankan usaha kecil yang sedang dipilih. Memulai usaha kecil yang berasal dari hobi pribadi memberikan keuntungan lebih karena akan lebih menyenangkan, mudah, dan lebih paham akan proses bisnis dan produksi di dalamnya.

2. lakukanlah penelitian kecil-kecilan. Karena ini adalah usaha kecil, yang kemungkinan besar dimulai dengan modal minim, lakukanlah penelitian di lingkungan terdekat. Keluarga, kerabat, dan teman bisa menjadi tempat penelitian yang akurat. Lakukanlah penelitian kecil-kecilan terhadap produk yang diusung. Mintalah orang terdekat untuk mencobanya. Bagaimana reaksinya? Apa saja yang harus diperbaiki? Dengan melakukan penelitian kecil-kecilan, sedikit banyak prospek peluang bisnis di masa yang akan datang akan terbaca.

3. Mulailah dari pasar yang kecil. Jika slaka bisnis yang dijalankan kecil, mulailah dengan melayani pasar yang kecil. Pasar produk usaha kecil bisa terdiri dari keluarga, kerabat, ataupun teman dekat. Layani pasar ini sebaik mungkin. Ketika mereka terpuaskan, pasar akan membesar dengan sendirinya. Mulailah bidik pasar yang lebih luas lagi ketika modal, produk, dan pelayanan semakin meningkat.

4. Susunlah rencana. Tidak ada bisnis yang bisa berjalan baik tanpa perencanaan yang baik. Sebagai permulaan, tidak perlu membuat rencana yang terlalu rumit. Buat saja perencanaan sederhana terdiri atas komponen modal, produk, dan bagaimana cara memasarkan produk. Buatlah rencana jangka pendek dan jangka panjang. Jangan lupa untuk menentukkan tenggat waktu agar merasa terdesak melaksanakan rencana-rencana yang sudah dibuat.

5. Mulailah berbisnis. Mulailah jalankan rencana usaha kecil yang sudah dibuat. Semakin cepat semakin baik. Lakukan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Lakukanlah penyesuaian kemudian dengan melihat hal-hal yang terjadi di lapangan.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah, bisnis yang sukses tidak datang dalam waktu semalam. Butuh perjuangan dan kerja keras yang didedikasikan ke dalamnya. Tanpa rasa senang dan kerja keras mungkin peluang usaha kecil yang paling mudah pun akan terasa berat untuk dijalankan.






»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

Jahe Instan, Usaha Rumahan Dengan Modal Minim Beromzet Jutaan

hadicoyy-212
Hawa dingin yang tercipta seiring datangnya hujan, terkadang cukup mengganggu aktivitas yang tengah kita jalankan. Salah satu cara menghilangkan hawa dingin adalah dengan mengkonsumsi minuman yang dapat menghangatkan tubuh.

Cukup banyak minuman yang bisa kita konsumsi untuk menekan hawa dingin. Hampir semua jenis minuman itu mengandung jahe sebagai bahan baku utamanya.

Namun, rasa jahe yang cenderung pedas di lidah membuat tidak semua masyarakat menyukainya. Nah, di tangan seorang warga Depok bernama Retno Wijayanti, jahe dapat diolah menjadi minuman yang bisa dinikmati semua orang, termasuk anak-anak.

Retno mulai melakoni usaha pembuatan minuman berbahan baku jahe sejak tahun 2006, di bawah bendera Herbasari. Keahliannya sebagai apoteker membuatnya mampu meracik bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat minuman instan dengan baik.

Awalnya Retno hanya memproduksi jahe, kencur, dan kunyit instan untuk dipasarkan di lingkungan sekitarnya. Setelah berhasil membuat jahe instan, Retno pun mulai bereksperimen meracik minuman kreasinya sendiri dengan tambahan bahan baku, seperti krimer, dan sari tanaman herbal lainnya.

Setelah melakukan percobaan beberapa lama, pada tahun 2008, Retno berhasil membuat produk jahe krimer instan.

Dengan tambahan krimer dan bahan-bahan tambahan lainnya, rasa pedas jahe dapat tersamarkan. Tapi tentunya, dengan tidak menghilangkan khasiat jahe untuk menghangatkan tubuh.

Menurut ibu dua anak ini, jahe krimer instan sangat berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit. Minuman ini juga bisa menjaga kesehatan metabolisme pencernaan, termasuk merangsang nafsu makan pada anak-anak. "Untuk itu, minuman ini sangat cocok dikonsumsi oleh anak-anak," promosi Retno.

Jahe krimer instan racikan Retno ternyata mendapat sambutan hangat dari pasar. Dalam waktu setahun, produknya sudah terkenal di seantero Depok dan beberapa wilayah sekitarnya.

Sejauh ini, Retno memang baru memasarkan jahe krimer olahannya di beberapa apotek di Depok dan sekitarnya. Selain itu, dia juga memasarkannya melalui internet.

Tidak hanya dua cara itu, Retno beberapa kali mengikuti pameran untuk memperkenalkan produknya. Namun sayang, beberapa bulan terakhir ini ia jarang mengikuti pameran. "Karena saya tidak dapat informasi yang cukup," ujarnya.

Walau masih meracik produknya sendirian, paling tidak setiap bulannya Retno bisa meraup omzet Rp 5 juta dari usaha ini. Namun saat musim penghujan tiba, omzet Retno bisa naik hingga Rp 7 juta. Adapun marjin keuntungan yang bisa masuk ke kantongnya sebesar 30%.

Namun bukan berarti bisnis Retno berjalan tanpa halangan. Iklim dua musim seperti di Indonesia ternyata juga membawa masalah. "Saya sering kesusahan mendapatkan bahan baku, terutama saat musim kemarau," katanya.

Padahal Retno prospek usaha ini sangat bagus. Sebab, peminatnya berpotensi terus bertambah. Selain itu, Retno mengklaim dirinya adalah orang yang pertama membuat jahe krimer instan, sehingga praktis belum ada pesaing.

Tidak semua orang dapat secara gampang membuka usaha minuman olahan tanpa didukung pengetahuan yang memadai, apalagi jika ilmunya tak sesuai dengan bisnis yang sedang digeluti.

Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Irfan, mahasiswa penemu bubuk sarabba di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sarabba adalah minuman khas yang sudah mentradisi di kalangan masyarakat Palu.

Minuman dari racikan jahe, telur ayam, madu, dan gula ini telah diolah secara temurun oleh masyarakat di Sulawesi dan dipercaya memiliki khasiat untuk memulihkan stamina. Apalagi diminum selagi hangat, sesaat kemudian bisa keringatan.

Sarabba juga menjadi berkah bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Ini dapat dilihat dengan menjamurnya usaha kaki lima di sepanjang pantai Talise dan Taman Ria Palu.

Untuk mencicipi Sarabba tidak susah. Anda cukup ke pantai Palu pada malam hari. Sabtu malam paling ramai. Ratusan pengunjung berjejal hingga jalanan kerap macet.

Di pantai itu berjejer ratusan pedagang Sarabba dengan gerobak dorongnya. Sebagai pelengkapnya, mereka juga menyajikan pisang goreng, pisang stik, pisang gepe, atau jagung bakar.

Makanan itu paling cocok dipadankan dengan sarabba, ibarat dua sisi mata uang yang sulit bisa dipisahkan. Makan jagung bakar atau pisang gepe saja, kurang sempurna rasanya jika tidak didorong dengan sarabba.

Sambil minum, pengunjung juga bisa menikmati suasana pantai, yang bergemerlap cahaya lampu di kaki gunung Palu, atau sekadar memandangi sorotan cahaya jembatan lengkung terpanjang pertama di Indonesia dan ketiga di dunia.

Tempat ini juga menjadi tempat rekreasi malam hari bagi masyarakat Palu.

Berangkat dari tingginya permintaan sarabba itulah, Irfan, seorang alumnus sekolah menengah ilmu kejuruan perkayuan terinspirasi membuat racikan sarabba dalam bentuk bubuk.

Selama ini untuk menikmati sarabba, orang harus memasak lebih dulu seluruh bahannya. Jahenya dimasak sendiri, begitu dengan gulanya.

Sarabba tradisional juga tidak tahan lama. Paling lama 24 jam sudah basi.

Penjual sarabba pun terpaksa harus menenteng termos agar sarabba tetap panas. Telurnya, biasanya dicampur setelah sarabba dituang ke dalam gelas, menyusul susu atau madunya.

Berkat temuan Irfan, sarabba akhirnya menjadi minuman instan. Cukup membeli dalam bentuk kemasan, siap seduh. Bisa dibawa kemana-mana. Asal ketemu air panas, bisa langsung diseduh dalam gelas. Tidak perlu mengeluarkan energi untuk memarut jahe, meremas santan, ataupun memasak gula.

"Sarabba bubuk ini baru saya temukan setahun lalu, sekarang alhamdulillah pasarannya sudah masuk di 10 kabupaten/kota di Sulteng," kata Irfan, saat ditemui dalam Gebyar Expo Palu 2010, yang sedang berlangsung di Palu.

Menjaga stan pameran yang disiapkan Dinas Perindagkop dan UKM Palu, Irfan ditemani Jeklin, seorang perempuan muallaf yang kini menjadi pendamping hidupnya. Mereka sudah dikarunia seorang anak balita.

Di pameran itu, Irfan menyediakan tempat untuk pengunjung yang ingin mencicipi sarabba hasil kreativitasnya.

Irfan tamat dari SMIK Perkayuan di Lingkungan Bumi Roviga, Palu, tahun 2006. Pria ini lahir dari keluarga sederhana.

Saat ini ia sedang cuti kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Palu jurusan Manajemen Semester IV. Ia cuti karena ingin menghidupkan bisnis yang sedang ia geluti saat ini.

Irfan, awalnya meminta kepada ibunya cara membuat kopi jahe. Lama-lama, Irfan berpikir cara membuat "Sarabba". Ia akhirnya melakukan uji coba untuk membuat Sarabba dalam bentuk bubuk.

Ia terus memodifikasi racikannya hingga akhirnya diuji di laboratorium di Balai Pengawasan Obat dan Makanan sebagai syarat Departemen Kesehatan memberikan lesensi bahwa hasil olahannya memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Usahanya juga mendapat lisensi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan label halal.

"Saya hanya berpikir bagaimana dengan usaha ini, lapangan kerja terbuka, di tengah sulitnya orang mencari kerja," kata Irfan.

Untuk usaha sarabba bubuk ini, Irfan butuh bahan baku jahe. Ia sudah punya pasokan khusus dari beberapa daerah. Ia membeli jahe tidak jauh beda dengan harga eceran di pasar tradisional. Jika di pasar dijual Rp15.000/kilogram, Irfan membeli sedikit dibawah itu karena harga borongan.

"Sudah banyak petani jahe sekarang yang hidup setelah saya buka usaha ini," katanya.

Selain menghidupan petani, untuk memproses jahe agar bisa menjadi bubuk yang diracik dengan telur, madu dan gula, Irfan juga mempekerjakan satu orang khusus untuk mengupas jahe.

Setelah itu jahe dibawah ke tempat gilingan di pasar tradisional. Karena besarnya volume jahe yang harus dipabrik, sang pemilik pabrik kini sudah menyediakan satu khusus mesin gilingan untuk melayani permintaan Irfan.

"Dia kewalahan kalau hanya mengerjakan pesanan saya, belum lagi pesan yang lain," kata Irfan.

Untuk urusan mesin penghancur jahe ini, Irfan sudah pernah bermohon ke pemerintah Kota Palu, tapi hingga kini tak kunjung diberikan bantuan. Padahal harganya kurang dari Rp2 juta.

Bahan baku berikutnya adalah madu. Untuk yang satu ini, ia juga sudah punya langganan khusus petani lebah yang setiap saat siap memasok madu ke tempatnya. Urusan madu ini, Irfan sangat selektif karena jangan sampai madu yang dipasok bukan asli.

Kalau telur ayam kampung tidak masalah, karena banyak dijual di pasar tradisional.

"Yang jadi masalah kadang gula pasir. Saya butuh gula pasir halus yang putih, dan ini kadang habis di pasaran," katanya.

Mungkin sulit dipercaya. Tapi Irfan membuka usahanya itu hanya dengan modal Rp1 juta. Itupun pinjaman dari ibunya. Modal itulah dijadikan Irfan langkah awal membuka usaha ini.

"Pertama saya hanya jual di sekitar pantai Talise dan Taman Ria. Ternyata laku. Akhirnya saya kembangkan. Sekarang sudah masuk di swalayan dan mal," katanya.

Irfan mengaku kewalahan menerima pesanan terutama dari langganan tetapnya. Sementara itu, distributor tidak ingin kekosongan stok di tokonya. Urusan distribusi ini, ia juga memperkerjakan satu orang. Sarabba bubuk itu didistribusi hanya dengan sepeda motor.

"Kadang saya iri dengan distributor yang lain. Mereka parkir di depan toko pakai mobil box, sementara kami hanya dengan motor," ungkapnya.

Kemasan sarabba yang didistribusi ke swalayan juga merupakan karya sendiri. Irfan dibantu adiknya yang kebetulan mengerti desain grafis. Kendati hanya dengan modal satu unit komputer lengkap print, kemasan itu dicetak sendiri. Agar tahan lama, kemasannya dilaminating. Adiknya, kini juga menjadi salah satu karyawannya khusus bagian kemasan.

Paking lain lagi. Ini juga dikerjakan satu orang tenaga. Saat ini Irfan telah mempekerjakan sekitar 10 orang tenaga yang diambil dari keluarganya sendiri.

"Rencana mau pindah tempat karena rumah kontrakan yang ada saat ini kecil. Nanti kami butuh lagi satu karyawan bagian pembukuan," katanya.

Irfan bermimpi usahanya kelak bisa setenar minuman berenergi lainnya yang kini menyasar di hampir seluruh pasar di tanah air. Ia hanya berharap ada orang yang sudah memiliki uang banyak untuk membantu usahanya yang kini sedang tumbuh itu.

"Saya butuh mesin press untuk kemasan. Kalau ini sudah ada, Sarabba ini nanti sudah bisa digantung di kios-kios eceran," katanya.

Saat ini, Irfan hanya membuat produknya dalam dua kemasan, yakni dalam toples dan kemasan kotak. Ukurannya macam-macam mulai dari 350 gram hingga 500 gram. Kemasan 350 gram misalnya, dijual seharga Rp27.000.



»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

Dahsyatnya Peluang Usaha dengan Modal Kecil

hadicoyy-212
Ditengah perekonomian yang tidak stabil serta angka pengangguran yang setiap harinya selalu meningkat. Memaksa setiap orang untuk merencanakan kembali cita – citanya untuk menjadi pegawai, hingga harus memutar otak mencari cara baru untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak tanpa harus menjadi seorang pegawai. Sulitnya keadaaan mendorong setiap orang menjadi lebih kreatif dalam membaca peluang usaha yang memiliki prospek bagus. Salah satu caranya dengan membuka peluang usaha sendiri menggunakan modal yang tidak besar.
Jenis usaha dengan modal kecil menjadi sasaran pelarian para pencari kerja yang belum juga memperoleh pekerjaan. Usaha dengan modal kecil menjadi pilihan utama mereka dikarenakan tidak semua orang dapat memperoleh pinjaman modal dengan jumlah yang besar. Hanya bermodalkan harta yang dimilikinya, seseorang dapat membuka peluang usaha yang sekiranya memiliki pasaran yang bagus.
Setiap orang ingin memiliki peluang usaha dengan modal kecil, dikarenakan banyaknya keuntungan yang akan diperoleh pemilik usaha tersebut dari peluang usaha ini. Antara lain  tidak memerlukan modal yang besar ( biasanya modal yang dibutuhkan kurang dari 5juta rupiah ), dengan adanya peluang usaha ini seseorang bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus berada dibawah tekanan dan ikatan seperti layaknya seorang pegawai perusahaan. Selain itu seseorang memiliki hak penuh untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya sesuai dengan gagasan ide yang dia inginkan, namun harus tetap berada dikoridor jalan yang benar untuk meningkatkan usahanya.
Peluang usaha modal kecil kini telah melimpah dan bertebaran di dunia nyata ataupun dunia maya, melalui internet kini setiap orang dapat memiliki peluang usaha serta memasarkannya. Contohnya saja usaha jasa pembuatan website, usaha bisnis ebook search engine, berjualan pulsa via internet, serta masih banyak lagi lainnya. Selain itu peluang usaha yang ada di dunia nyata misalnya saja peluang usaha berjualan pulsa dengan sistem conter berjalan, hanya bermodalkan Rp 100.000 sampai Rp 200.000 seseorang sudah dapat berjualan pulsa melalui ponselnya, peluang usaha camilan, berjualan aksesoris wanita, serta masih banyak contoh lainnya. Peluang usaha yang ada kini dapat dipasarkan produk usahanya melalui internet pula, dengan bantuan jualan via online mampu memperluas jaringan dan jangkauan pasar usaha. Sehingga sangatlah mungkin untuk memperoleh keuntungan yang besar hanya dengan usaha yang bermodal kecil.
Setelah mendengar banyaknya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh dari peluang usaha dengan modal kecil.
Apakah Anda juga berminat untuk mencoba peluang usaha dengan modal kecil ?????????www.bisnisukm.com memberikan inspirasi berbagai macam contoh peluang usaha yang bisa dicoba. Sukses selalu untuk kita semua………..!!!!!!





»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share

Bukan Sekedar Makanan “Ndeso”

hadicoyy-212
Sebagai orang Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasti kenal dengan makanan tradisional bernama Tiwul dan Gatot. Dua jenis makanan ini terkenal sebagai makanan orang susah. Karena jika beras mahal atau sawah mengalami kekeringan, orang desa akan mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar ketela kering (gaplek) yang dihaluskan ini. Masih banyak kita jumpai makanan ini di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta dan Blitar Jawa Timur.
Namun jangan salah, makanan tradisional seperti tiwul dan gatot kini bukan sekedar makanan ndeso lagi, ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan bagi seorang Hendro Widodo. Pria yang berasal dari Serengat Blitar ini melihat ada peluang bisnis pada makanan tradisional ini. Dan pada tahun 2003 Hendro mulai memproduksi tiwul dan gatot dalam kemasan, atau ia menyebutnya tiwul dan gatot instan. Proses menjadikan tiwul dan gatot instan cukup panjang. Hendro kerap mengganti resep agar semakin sempurna. Banyak komplain dari konsumen, namun itu justru menjadi masukan berharga bagi Hendro. Dan baru pada awal 2004, Hendro memberi merek dua produknya Titan dan Gatan.
Sampai sekarang Hendro tetap menyimpan rapat-rapat resep tiwul dan gatot instannya. Ia turun tangan sendiri dalam meracik menu, bahkan lima karyawan yang membantunya pun hanya meneruskan proses produksi berikutnya. Semua proses produksi dilakukan dengan cara sederhana, termasuk pengeringan yang masih memakai panas matahari. Karena diakui Hendro, ia belum mempunyai dana untuk membeli oven.
Dalam sebulan, Hendro bisa memproduksi dua ton tiwul dan sekitar 600 kg sampai 800 kg gatot. Selama ini, pria berumur 24 tahun ini mengaku tak mengalami kesulitan soal pasokan bahan baku, sebab daerahnya sangat kaya dengan singkong.
Hendro menjual tiwul dan gatot instan dalam dua bentuk, yaitu kemasan dan curah. Ia mematok harga kemasan seberat 250 gram dengan harga Rp 5.000. Sedangkan harga tiwul dan gatot instan curah lebih murah, yakni Rp 10.000 per kilogram. Tetapi, Hendro mengaku 80 persen produknya adalah dalam bentuk kemasan.
Dengan modal awal Rp. 25 juta, kini omzet tiwul dan gatot instan ini mencapai Rp. 10 juta per bulan. Dengan laba bersih 30 persen. Lewat 27 agen, produk Hendro kini sudah tersebar di beberapa daerah seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, Batam, Manado, dan Banjarmasin. Selain lewat agen, Hendro juga menitipkan produknya di beberapa outlet di Jawa Timur dengan sistem konsinyasi atau bagi hasil.
Cara penyajian kedua makanan ini sangat mudah. Kita tinggal merendam tiwul ukuran 250 gram dengan sekitar 150 cc air. Setelah dua menit, kukus tiwul selama 20 menit. Setelah mekar, paling enak tiwul dicampur taburan parutan kelapa yang sudah dibubuhi garam, keju, atau meses. Penyajian gatot sama dengan tiwul. Hanya, waktu merendamnya lebih lama, minimal delapan jam. Makin lama justru lebih baik karena gatot bisa lebih kenyal.
Hendro menyediakan tiwul instan dalam dua rasa, yaitu manis dan tawar. Tiwul tawar bisa sebagai pengganti nasi. Dan juga cocok untuk pengidap diabetes dan diet.
Kreatifitas dan ketekunan yang dimiliki Hendro Widodo telah memberikan hasil yang luar biasa. Tiwul dan gatot, bukan lagi sekedar makanan “ndeso”. Karena kini makanan tradisional ini telah di cari dan diminati oleh banyak orang.

»»  Selanjutnya...
Bookmark and Share
 
Copyright 2010 hadicoyy-212
Revive Blue Blogger template by Introblogger Distribution by New Blogger Templates